-
Do you need help?
Tampilkan postingan dengan label regional. Tampilkan semua postingan

TDB, SUKABUMI -- Kepala Kementerian Agama Kantor Kab. Sukabumi, H. Ismatullah Syarif, M. Ag, melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon IV di lingkungan Kemenag Kab. Sukabumi, Jum’at (28/09) di Aula Kantor, Jl. Pelabuhan II KM. 6, Lembur Situ Sukabumi. Pelantikan dihadiri oleh pejabat struktural lainnya dan para pegawai.
Para pejabat yang dilantik tersebut, lima pejabat lama mengalami mutasi adalah Kepala Sub. Bagian Tatausaha yang sebelumnya kosong ditinggal pensiun H. Anda Maihardja, M. Ag ditempati oleh H. Pardi Suhardian, MH jabatan sebelumnya adalah Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh diduduki oleh Drs. H. Karimudin rotasi dari Kepala Seksi Urais, Kepala Seksi Urais diisi oleh Bahrudin, M. Ag, sebelumnya menjabat Kepala Seksi Penamas, Kepala Seksi Penamas dijabat oleh Drs. Abas Resmana yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi PK Pontren, Kepala Seksi PK Pontren dijabat oleh Zaenal Mutaqin, MM yang sebelumnya kepala Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Selanjutnya Penyelenggara Zakat dan Wakaf dijabat oleh Maman Hidayat, S. Ag promosi dari jabatan sebelumnya sebagai pelaksana seksi Urais. Hanya Kepala Seksi Mapenda yang tidak dilakukan penggantian.
Kakemenag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Mutasi merupakan keniscayaan, sesuatu yang biasa dalam sebuah organisasi, tujuannya salah satunya untuk penyegaran dan menjaga keseimbangan jalannya organisasi tersebut”. Para pejabat juga diharapkan untuk proaktif terhadap berbagai gejala yang dapat merusak kerukunan umat beragama, terutama juga dengan merebaknya aliran-aliran sempalan yang ada di masyarakat dengan segera merespon dan melaporkan untuk bersama kita antisipasi dan cegah sedini mungkin sesuai Misi Kementerian Agama Republik Indonesia.
TDB, SUKABUMI -- Kantor harian pagi Radar Sukabumi yang berlokasi di Jalan Salabintana, Kecamatan Cikol, Kota Sukabumi, Senin malam (15/10/12) disatroni kawanan pencuri kendaraan bermotor. Peristiwa tersebut terjadi saat kendaraan milik para wartawan diparkir dihalaman kantor sekitar pukul delapan malam. Dari lima unit kendaraan yang terparkir, satu unit sepeda motor bernopol F 6805 TA milik wartawan Radar Sukabumi bernama Falah Kurnia Robi, raib digondol pelaku.
Menurut redaktur harian pagi Radar Sukabumi Jumedil Halide, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Saat hujan deras mengguyur wilayah sekitar kantor dan para wartwan sedang berada didalam ruangan. Namun saat akan keluar ruangan, sepeda motor yang terparkr sudah hilang, karena tidak terdapat petugas keamanan sehingga pelaku pun cukup leluasa melakukan pencurian.
Sementara itu, berdasarkan keterangan pihak Radar Sukabumi, kejadian pencurian sudah kali kedua karena sebelumnya menimpa seorang lay outer gambar. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hampir 10 Juta Rupiah, sedangkan kasus tersebut kini tengah diserahkan ke Polres Sukabumi Kota untuk ditindak lanjuti. (PJTV)
TDB, SUKABUMI -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mengumumkan calon wali kota yang bakal mendampingi Achmad Fahmi dalam perebutan kursi wali kota dan wakil wali kota Sukabumi pada 28 Oktober mendatang.
"Pasangan Fahmi akan diumumkan pada 28 Oktober atau paling lanbat 4 November," terang Ketua DPD PKS Kota Sukabumi, Wawan Supendi, kepada Wartawan, Rabu (24/10).
Deklrasi itu akan dilakukan satu pekan sebelum proses pendaftaran calon resmi dibuka KPU pada 4 November mendatang.
Menurut Wawan, kemungkinan besar pasangan yang mendampingi Fahmi berasal dari salah satu calon yang diusung partai lain. Sehingga deklarasi calon akan dilakukan bersamaan dengan langkah koalisi besar.
Wawan mengungkapkan, upaya membangun koalisi telah dilakukan dengan sejumlah partai, misalnya Partai Demokrat dan Golkar. Namun, kepastian koalisi baru dipastikan menjelang 28 Oktober nanti.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, Anton Rachman menerangkan, KPU membuka jadwal pendaftaran calon wali kota pada 4-10 November mendatang. (Republika)
Gambar Ilustrasi: Bendera PKS
Gambar Ilustrasi: Bendera PKS
TDB, SUKABUMI -- Antisipasi tawuran pelajar dan warga anggota Polres Sukabumi Kota, gencar melakukan razia terhadap toko disinyalir menjual minuman keras seperti tuak dan minuman beralkohol lainnya, sudah ribuan botol berhasil disita.
"Razia minuman keras ini merupakan kegiatan rutin kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, arena awal mula terjadinya kasus kriminal seperti tawuran pelajar dan warga karena pelaku terlebih dahulu minum minuman keras," kata Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Sukabumi Kota, Kompol Suwardi kepada ANTARA, Ahad (21/10).
Menurut Suwardi, dari hasil razia pihaknya cukup banyak toko di wilayah hukumnya yang menjual minuman keras mulai dari tuak, bir, intisari sampai minuman keras dari luar negeri. Selain itu, tidak hanya toko saja, bahkan warung-warung kecil pun ditemukan menjual minuman keras seperti jenis tuak.
Lebih lanjut, seperti razia yang dilakukan oleh pihaknya pada Sabtu (20/10), anggotanya berhasil menyita ratusan botol minuman keras berbagai merk dari beberapa toko, selain itu juga menyita beberapa liter tuak yang sudah dibungkus plastik ukuran satu liter dari tiga warung kecil.
"Sampai saat ini sudah ribuan botol minuman keras yang disita oleh kami dan sebagian sudah dimusnahkan yang dalam pemusnahan tersebut kami libatkan siswa SMA. Kami libatkan pelajar dalam pemusnahan tersebut tujuannya untuk memberikan pemahaman tentang bahaya dan akibat dari meminum minuman keras," tambahnya.
Selanjutnya, untuk penjual minuman keras sampai saat ini pihaknya masih memberikan sanksi kepada mereka dengan tindak pidana ringan melalui Peraturan Daerah Kota Sukabumi tentang peredaran minuman keras. "Kegiatan seperti ini akan kami lakukan secara rutin selain sebagai antisipasi terjadinya tindak kriminal juga untuk menertibkan para pejual minuman keras," kata Suwardi.
Sementara itu, Ketua Tanfidzi DPW FPI Kota Sukabumi H Fathurrahman mengatakan, peredaran minuman keras di Sukabumi sudah sangat meresahkan khususnya di Kota Sukabumi. Bahkan minuman keras sudah dijual sampai ke pelosok.
"Peredaran minuman keras ini harus segera diberantas karena, peminumnya sudah tidak lagi orang dewasa, tetapi anak-anak sekolah dari tingkat SMP sudah mulai minum minuman keras. Ini dibuktikan dari hasil investigasi kami dan laporan dari masyarakat," kata Fathurrahman.
Kondisi ini sudah sangat memprihatinkan, karena dengan minum minuman keras cenderung orang tersebut akan berbuat kriminal seperti tawuran dan lain-lain. Maka dari itu, pihaknya meminta dan mengimbau kepada pemerintah setempat untuk memberlakukan "zero alcohol" atau bebas minunam beralkohol.
"Kami pun meminta kepada pemerintah untuk mencabut Perda Nomor 4/2004 tentang peredaran minuman keras dan menggantikan dengan perda larangan peredaran miras," tambahnya.
Dihubungi secara terpisah, Wali Kota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik apa yang diinginkan oleh FPI Kota Sukabumi khususnya usulan revisi perda tentang peredaran minuman keras.
"Dalam waktu dekat ini kami akan membahas perda tersebut dengan pihak DPRD untuk melakukan revisi, kami akui peredaran minuman keras memang meresahkan dan mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat," kata Muslikh. (Republika)
Ket Gambar: Petugas menggunakan alat berat memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras)
Ket Gambar: Petugas menggunakan alat berat memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras)
TDB, PALABUHANRATU -- Warga di dua rukun tetangga (RT) di Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan kondisi menara Base Transceiver Station (BTS) milik Indosat, yang diduga sering mengakibatkan kerusakan barang elektronik, saat hujan deras turun.
"Yang mengeluhkan warga di RT 01 dan RT 02/ RW 01, Desa Cicadas. Jika hujan turun terutama saat terjadinya sambaran petir, barang-barang elektronik seperti televisi langsung rusak karena terbakar. Sudah ada puluhan barang elektronik milik warga yang rusak," tutur Kepala Desa Cicadas, Adang Suganda, Selasa (23/10).
Dia menambahkan sebelumnya warga tidak pernah mengalami kejadian seperti ini. Namun, sejak salah satu komponen di menara BTS tersebut ada yang mencuri, sehingga berakibat pada mudah rusaknya barang elektronik milik warga terutama saat petir menyambar.
"Tidak hanya barang elektronik, bahkan lampu saja langsung pecah berantakan. Saya minta dari pengelola BTS untuk segera mengecek dan memperbaikinya," kata Adang.
Akibat kejadian tersebut, warga menjadi khawatir khususnya jika sedang turun hujan disertai petir. "Sekarang kalau hujan listrik langsung dimatikan," tutur Edah warga di RT 02/RW 01.
Dia menambahkan warga saat ini menjadi was-was jika hujan turun, dan langsung mengamankan barang-barang elektroniknya agar tidak kembali rusak. "Kalau bisa secepatnya ada yang petugas yang periksa, apakah kerusakan ini dampak dari tower atau bukan,"katanya. (PR)***
Gambar Ilustrasi: Menara BTS
Gambar Ilustrasi: Menara BTS
TDB, SUKABUMI -- Pengerjaan jalur lingkar Selatan Sukabumi sepanjang 6,9 km yang mengubungkan Kota dan Kabupaten Sukabumi telah mencapai angka 95 persen. Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat menargetkan, awal November 2012 jalur ini bisa dioperasionalkan.
"Kami targetkan awal November ini Jalur Lingkar Selatan Sukabumi sudah bisa dioperasionalkan," kata Kepala Badan Pembangunan Jalan (BPJ) II Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Yeyet Hudayat kepada wartawan, Senin.
Yeyet mengatakan, sudah banyak warga yang berharap pengoperasian jalur ini untuk mengurai kemacetan di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Apalagi, di jalan utama penghubung kota dan kabupaten tepatnya di jalan Cibolang, Cibaraja di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi sampai Degung, Kota Sukabumi kerap terjadi kemacetan.
"Kami yakin sebelum akhir Oktober ini pembangunan Jalur Lingkar Selatan Sukabumi sudah bisa selesai, sebab dilihat dari pengerjaanya pihak kontraktor yakni PT Pembangunan Perumahan terus mengebut pekerjaannya, agar target bisa tercapai," tambahnya.
Dikatakannya, untuk badan jalan, rambu lalulintas, penerang jalan dan lainnya sudah mulai dipasang sehingga pada akhir Oktober tinggal melakukan mengaspal lapis kedua.
Maka dari itu, jika pertengahan November seluruh pembangunan jalur lingkar segmen I ini sudah bisa dibuka dan diresmikan dan bisa diakses oleh masyarakat. (Republika)
Gambar Ilustrasi: Jalan Tol
Gambar Ilustrasi: Jalan Tol
TDB SUKABUMI -- Sedikitnya 129 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dideportasi dari Arab Saudi. Pasalnya, batas izin tinggal atau overstay mereka sudah habis dan menggunakan jalur illegal.
“Mereka dipulangkan dalam dua gelombang. Mereka langsung dipulangkan ke rumahnya masing-masing,” kata Sasmita kepada wartawan, Rabu (24/10) siang.
Berdasarkan data di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi, seratusan lebih TKI tersebut dipulangkan dalam dua gelombang yakni Rabu (17/10) malam dan Sabtu (20/10) malam. Dari 129 TKI, tiga di antaranya masih balita dan seorang TKW dalam kondisi hamil.
Kepala Seksi Perlindungan Lanjut Usia, Korban Tindak Kekerasan dan Migran Dinsos Kabupaten Sukabumi, Sasmita mengatakan TKI yang dipulangkan tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi seperti dari Kecamatan Ciemas, Jampangkulon, Surade, Sukaraja, Cibadak, Cisaat, Kebonpedes dan wilayah lainnya.
“Mereka dipulangkan dalam dua gelombang. Mereka langsung dipulangkan ke rumahnya masing-masing,” kata Sasmita kepada wartawan, Rabu (24/10) siang.
Ketua DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sukabumi, Jejen Nurjanah menambahkan para TKI yang dipulangkan itu hampir semuanya bermasalah. Seperti sudah melawati batas izin tinggal atau overstay dan ada juga TKI yang berangkat menggunakan jalur ilegal.
“Mengenai TKI yang dipulangkan mengalami tindak kekerasan waktu bekerja di Arab Saudi kita akan mengeceknya terlebih dahulu,” cetusnya. (Poskota)
Gambar Ilustrasi: Pemulangan TKW dari Arab Saudi
Gambar Ilustrasi: Pemulangan TKW dari Arab Saudi
Gallery
-
TDB, SUKABUMI -- Kepala Kementerian Agama Kantor Kab. Sukabumi, H. Ismatullah Syarif, M. Ag, melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon IV...
-
TDB, JAKARTA -- Mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, menilai aksi bantahan terhadap dugaan intervensi dalam audit proyek Hamb...
-
TDB, JAKARTA -- Para pahlawan jangan sampai hanya dijadikan nama-nama jalan, tetapi tidak dipelajari dan diteladani semangatnya. Generasi m...
-
Kapal induk USS George Washington TDB, TEHERAN - Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Habibollah Sayyari menegaskan supremasi intelijen I...
-
TDB, GAZA -- Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengecam serangan udara Israel yang menewaskan tiga orang anggota Hamas. Menurutnya, Israel ma...
-
TDB, PALABUHANRATU -- Warga di dua rukun tetangga (RT) di Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan kondisi menara Ba...
-
Seorang tentara Myanmar tengah berjaga di bangunan yang rusak di Sittwe, ibukota Rakhine negara di barat Myanmar. TDB, SITTWE -- Suasana ...
-
TDB, MOSKOW -- Pejabat militer Rusia mengklaim, pasukan oposisi Suriah yang berperang menumbangkan kekuasaan Presiden Bashar al-Assad, mend...
-
TDB, SUKABUMI -- Kantor harian pagi Radar Sukabumi yang berlokasi di Jalan Salabintana, Kecamatan Cikol, Kota Sukabumi, Senin malam (15/10/...
-
TDB, SUKABUMI -- Antisipasi tawuran pelajar dan warga anggota Polres Sukabumi Kota, gencar melakukan razia terhadap toko disinyalir menjual...





