-
Do you need help?
Tampilkan postingan dengan label hukrim. Tampilkan semua postingan
TDB, CIMAHI -- berkat keuletan jajaran timsus reskrim Polresta Cimahi serta bantuan warga setempat, gembong pelaku pencurian kendaraan bermotor yang kerap kali beraksi di wilayah hukum Polresta Cimahi serta memiliki jaringan sindikat antar pulau berhasil dibekuk.
Dalam penangkapan tersebut sebanyak 13 tersangka yang peran menjadi joki berhasil digiring ke Mapolresta Cimahi dan 3 di antaranya terpaksa dihadiahi timah panas saat hendak melarikan diri.
Dalam penangkapan tersebut 16 unit motor berbagai jenis merek dan 1 unit mobil City Car berhasil diamankan dari tangan tersangka. Sementara itu dari keterangan salah satu tersangka, dirinya hanya bekerja sebagai joki dimana dirinya diturunkan disebuah lokasi untuk melakukan aksi pencurian motor yang telah menjadi target.
Sementara itu menurut Kapolresta Cimahi AKBP Anwar, modus komplotan Irek cs terbilang baru dimana para pelaku menggunakan mobil anak muda untuk menentukan target kendaraan yang hendak dicuri serta langsung menurunkan para pemetik untuk beraksi. Tidak hanya itu dalam sehari komplotan Irek cs mampu mencuri 7 kendaraan sekaligus diberbagai tempat salah satunya di wilayah Jalan Pesantren, Jalan Ganirah, Jalan Central dan Jalan Encep Kar Tiwa Cimahi.
Dari data pihak kepolisian, tersangka Curanmor sebenarnya berjumlah 20 orang. Namun saat ini baru 13 yang berhasil dibekuk sedangkan 7 lainnya masih manjadi DPO. Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 363 junto pasal 55 dan pasal 56 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun kurungan penjara.
Sementara itu Kapolresta Cimahi menghimbau bagi para warga yang mengalami kehilangan motor dapat mengecek di Polresta Cimahi dengan membawa surat-surat bukti kepemilikan kendaraan serta laporan kehilangan. (PJTV)
TDB, SUKABUMI -- Kantor harian pagi Radar Sukabumi yang berlokasi di Jalan Salabintana, Kecamatan Cikol, Kota Sukabumi, Senin malam (15/10/12) disatroni kawanan pencuri kendaraan bermotor. Peristiwa tersebut terjadi saat kendaraan milik para wartawan diparkir dihalaman kantor sekitar pukul delapan malam. Dari lima unit kendaraan yang terparkir, satu unit sepeda motor bernopol F 6805 TA milik wartawan Radar Sukabumi bernama Falah Kurnia Robi, raib digondol pelaku.
Menurut redaktur harian pagi Radar Sukabumi Jumedil Halide, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Saat hujan deras mengguyur wilayah sekitar kantor dan para wartwan sedang berada didalam ruangan. Namun saat akan keluar ruangan, sepeda motor yang terparkr sudah hilang, karena tidak terdapat petugas keamanan sehingga pelaku pun cukup leluasa melakukan pencurian.
Sementara itu, berdasarkan keterangan pihak Radar Sukabumi, kejadian pencurian sudah kali kedua karena sebelumnya menimpa seorang lay outer gambar. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hampir 10 Juta Rupiah, sedangkan kasus tersebut kini tengah diserahkan ke Polres Sukabumi Kota untuk ditindak lanjuti. (PJTV)
TDB, JAKARTA -- Seorang ibu rumah tangga, Lucia Julat, 36 tahun, yang tengah mengendarai sepeda motor memboncengi anaknya, tewas mengenaskan setelah mengalami kecelakaan. Motor yang dikendarainya terserempet dengan sebuah truk tronton bernomor polisi B 9193 NH, di Jalan Krapu, Pademangan, Jakarta Utara.
Kanit Laka Lantas Polrestro Jakarta Utara AKP Daud Iskandar mengatakan, saat kejadian korban tengah mengendarai sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi B 6674 THF berjalan searah dengan truk tronton.
Saat itu, korban berusaha mendahului. Namun malang, akibat terserempet, Lucia yang tengah berboncengan dengan anaknya terjatuh ke bagian bawah truk.
"Yang tewas itu Lucia, saat kejadian dia lagi bonceng anaknya. Karena terserempet, korban yang lagi boncengan itu jatuh. Motor jatuhnya keluar, penumpangnya jatuh kedalam bagian bawah truk," kata Daud, Rabu (24/10/2012).
Akibat terjatuh, seketika itu juga korban terlidas roda truk di bagian kepala sehingga tewas seketika, jasadnya kemudian dikirim ke RSCM. Sementara sang anak mengalami luka-luka kemudian dilarikan ke RS. Atmajaya untuk mendapat perawatan.
"Anaknya mengalami luka juga, dibawa ke rumah sakit. Luka di bagian kepala diduga karena benturan saat kecelakaan," ujar Daud.
Sopir truk tronton, Maman, 32 tahun, warga Kampung Cimacan RT 07 RW 01 Kelurahan Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya itu kemudian diamankan oleh petugas. "Sopir kami tahan untuk dimintai keterangan," kata Daud. (portalkriminal)
TDB, JAKARTA -- Juru bicara Badan Narkotika Nasional Sumirat Dwiyanto mengatakan lambang Garuda Pancasila dijadikan stempel kemasan narkoba di sebuah pabrik penyimpanan heroin di Afganistan. Namun, ada perbedaan antara Garuda di stempel narkoba itu dengan Garuda Pancasila.
Menurut Sumirat, lambang negara kepalanya mengarah ke kiri, sedangkan stempel kemasan narkoba ada yang mengarah ke kanan atau sebaliknya ke kiri. "Garudanya sakau, jadi tidak jelas mengarahnya," kelakar Sumirat ketika ditemui di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Rabu, 24 Oktober 2012.
Stempel kemasan ini ditemukan di sebuah pabrik di sebuah gudang penyimpanan heroin di Afganistan saat operasi narkoba pada 3,5 tahun lalu. "Hingga saat ini Indonesia dan Afganistan masih menyelidiki bagaimana bisa ada kemasan berlambang Garuda," kata Sumirat.
Berdasarkan survei BNN dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia tahun 2011, prevalensi pengguna narkoba adalah 2,2 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 3,8 juta jiwa. Sedangkan pengguna heroin sebanyak 0,18 persen dari total penduduk Indonesia atau sekitar 922.843 jiwa.
Indonesia pada tahun 2010 mengalami kerugian akibat penyalahgunaan narkoba sebesar Rp 41,2 triliun yang terdiri dari komponen biaya privat dan biaya sosial. (Tempo)
TDB, BOGOR -- Segerombolan motor menyerang seorang pelajar SMK Kota Bogor Minggu (21/10) dini hari.
Aksi gerombolan motor terhadap Fahmi Fauzi ,16, pelajar kelas X ini, saat korban sedang nongkrong di dekat Rumah Sakit Salak, Kota Bogor. Tangan kanan Fahmi hampir putus akibat terkena sabetan senjata tajam.
Satpam rumah sakit mengatakan, saat itu korban sedang duduk bersama lima temannya di halte bus di seberang Rumah Sakit Salak.
Kira-kira pukul 02.30, dari arah Istana Bogor menuju Air Mancur melintas segerombolan pemuda yang mengendarai sepeda motor.
Tidak lama dari gerombolan motor melintas, ada kegaduhan.
“Saya sedang di pos jadi tidak lihat persis. Mereka teriak. Yang pakai motor diduga pelaku langsung jalan,”kata Sapto, satpam rumah sakit.
Rekan korban menuturkan, satu pelaku tiba-tiba mengeluarkan clurit dari saku jaketnya.
Sasaran saat itu, clurit hendak disarangkan ke kepala namun ditangkis korban.Penyerang atas pelajar SMK ini diakui rekannya berlangsung begitu cepat. Fahmi yang terluka, oleh temannya lalu dibawa ke Rumah Sakit Salak. Akan tetapi karena kondisi tangannya tergolong parah ia akhirnya dirujuk ke RS Palang Merah Indonesia Kota Bogor.
Fahmi di duga menjadi korban salah sasaran karena beberapa waktu sebelum kejadian sempat terjadi tawuran di sekitar Bogor Permai.
Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, AKP T Manulang mengatakan, sebelum aksi pembacokan terhadap korban, sebelumnya telah terjadi keributan antara dua kelompok berbeda.
“Usai ribut itu, korban bersama temannya datang dan nongkrong. Tiba-tiba gerombolan pemuda dengan motor datang dan melakukan penyerangan. Ini korban salah sasaran,”tandas AKP Manulang. (Pos Kota)
Ket foto: Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Didik Purwanto.
TDB, TANGERANG -- Wanita pengusaha toko emas ‘Berkat Jaya’ ditemukan tewas di dalam kamar mandi rumahnya di Jalan Sukamanah 1, RT 03/10, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang. Selasa (23/10) malam. Di perut dan dada korban ditemukan luka rusuk.
Jasad Thiolina,41, pertama kali ditemukan oleh Ibnu,18, tetangga korban, yang saat itu mencoba membantu Rossi,14, anak korban, masuk ke rumah. Pada saat saksi mata masuk melalui ventilasi udara jendela, Ibnu terkejut melihat Thiolina terbujur kaku bersimbah darah di dalam kamar mandi. Pemuda berusia 18 tahun itu langsung berteriak minta tolong.
Warga langsung menghubungi Polsek Tangerang Kota. Anggota Identifikasi Polres Metro Tangerang kemudian melakukan olah TKP. Jenazah ibu satu anak itu kemudian dibawa ke RSU Tangerang untuk diotopsi.
Polisi saat ini juga tengah memintai keterangan sejumlah saksi mata dan kerabat korban di Polres Metro Tangerang.
Menurut Ibnu, dirinya saat itu melihat Rossi, anak korban, yang baru pulang sekolah. Karena pintu rumah dalam keadaan terkunci, Rossi pun menanyakan keberadaan ibunya. Ibnu kemudian menyuruh anak korban untuk menghubungi ponsel ibunya. Karena ponsel Thiolina tak aktif, Ibnu bersama warga mencoba masuk ke rumah korban melalaui ventilasi jendela.
Pada saat hendak masuk , Ibnu langsung berteriak ketika melihat Thiolina sudah terbujur kaku di kamar mandi. Pemuda 18 tahun itu kemudian langsung turun dan membuka pintu rumah korban. “Begitu saya mencoba masuk rumah melalui ventilasi, saya melihat korban dalam posisi miring sambil memegang perut yang mengeluarkan darah di kamar mandi. Saya segera turun dan membukakan pintu,” ungkap Ibnu.
Bukhori,30, tetangga, sempat melihat dua orang pria tak dikenal keluar dari dalam rumah janda beranak satu tersebut sekitar pukul 09.30 menggunakan sepeda motor Yamaha Mio merah.
Lanjut Bukhori, Thiolina dikenal a tetangga pemilik toko emas “Berkat Jaya’ di daerah Pasar Anyar, Kota Tangerang. Selama ini Thiolina hanya tinggal bersama Rossi, anak semata wayangnya. “Korban dikenal baik dengan tetangga maupun orang lain. Kok ada ya yang tega membunuh dia,” ujar Bukhori.
Kasatreskrim Polres Metro Tangerang, AKBP Suharyanto yang datang ke lokasi mengatakan pihak saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi dan petunjuk untuk bisa mengungkap kasus pembunuhan terhadap janda pengusaha toko emas ini. Pihaknya juga belum mengetahui apakah ada barang-barang milik korban yang hilang. “Kami masih memintai keterangan saksi-saksi untuk bisa mengungkap pelakunya,”ungkap kasat menambahkan motif pembunuhan akan diketahui setelah pelaku tertangkap. (Pos Kota)
Ket Gambar: Polisi melakukan olah TKP di rumah wanita pengusaha toko emas yang dibunuh
Jasad Thiolina,41, pertama kali ditemukan oleh Ibnu,18, tetangga korban, yang saat itu mencoba membantu Rossi,14, anak korban, masuk ke rumah. Pada saat saksi mata masuk melalui ventilasi udara jendela, Ibnu terkejut melihat Thiolina terbujur kaku bersimbah darah di dalam kamar mandi. Pemuda berusia 18 tahun itu langsung berteriak minta tolong.
Warga langsung menghubungi Polsek Tangerang Kota. Anggota Identifikasi Polres Metro Tangerang kemudian melakukan olah TKP. Jenazah ibu satu anak itu kemudian dibawa ke RSU Tangerang untuk diotopsi.
Polisi saat ini juga tengah memintai keterangan sejumlah saksi mata dan kerabat korban di Polres Metro Tangerang.
Menurut Ibnu, dirinya saat itu melihat Rossi, anak korban, yang baru pulang sekolah. Karena pintu rumah dalam keadaan terkunci, Rossi pun menanyakan keberadaan ibunya. Ibnu kemudian menyuruh anak korban untuk menghubungi ponsel ibunya. Karena ponsel Thiolina tak aktif, Ibnu bersama warga mencoba masuk ke rumah korban melalaui ventilasi jendela.
Pada saat hendak masuk , Ibnu langsung berteriak ketika melihat Thiolina sudah terbujur kaku di kamar mandi. Pemuda 18 tahun itu kemudian langsung turun dan membuka pintu rumah korban. “Begitu saya mencoba masuk rumah melalui ventilasi, saya melihat korban dalam posisi miring sambil memegang perut yang mengeluarkan darah di kamar mandi. Saya segera turun dan membukakan pintu,” ungkap Ibnu.
Bukhori,30, tetangga, sempat melihat dua orang pria tak dikenal keluar dari dalam rumah janda beranak satu tersebut sekitar pukul 09.30 menggunakan sepeda motor Yamaha Mio merah.
Lanjut Bukhori, Thiolina dikenal a tetangga pemilik toko emas “Berkat Jaya’ di daerah Pasar Anyar, Kota Tangerang. Selama ini Thiolina hanya tinggal bersama Rossi, anak semata wayangnya. “Korban dikenal baik dengan tetangga maupun orang lain. Kok ada ya yang tega membunuh dia,” ujar Bukhori.
Kasatreskrim Polres Metro Tangerang, AKBP Suharyanto yang datang ke lokasi mengatakan pihak saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi dan petunjuk untuk bisa mengungkap kasus pembunuhan terhadap janda pengusaha toko emas ini. Pihaknya juga belum mengetahui apakah ada barang-barang milik korban yang hilang. “Kami masih memintai keterangan saksi-saksi untuk bisa mengungkap pelakunya,”ungkap kasat menambahkan motif pembunuhan akan diketahui setelah pelaku tertangkap. (Pos Kota)
Ket Gambar: Polisi melakukan olah TKP di rumah wanita pengusaha toko emas yang dibunuh
Gallery
-
TDB, SUKABUMI -- Kepala Kementerian Agama Kantor Kab. Sukabumi, H. Ismatullah Syarif, M. Ag, melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon IV...
-
TDB, JAKARTA -- Mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, menilai aksi bantahan terhadap dugaan intervensi dalam audit proyek Hamb...
-
TDB, JAKARTA -- Para pahlawan jangan sampai hanya dijadikan nama-nama jalan, tetapi tidak dipelajari dan diteladani semangatnya. Generasi m...
-
Kapal induk USS George Washington TDB, TEHERAN - Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Habibollah Sayyari menegaskan supremasi intelijen I...
-
TDB, GAZA -- Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengecam serangan udara Israel yang menewaskan tiga orang anggota Hamas. Menurutnya, Israel ma...
-
TDB, PALABUHANRATU -- Warga di dua rukun tetangga (RT) di Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan kondisi menara Ba...
-
Seorang tentara Myanmar tengah berjaga di bangunan yang rusak di Sittwe, ibukota Rakhine negara di barat Myanmar. TDB, SITTWE -- Suasana ...
-
TDB, MOSKOW -- Pejabat militer Rusia mengklaim, pasukan oposisi Suriah yang berperang menumbangkan kekuasaan Presiden Bashar al-Assad, mend...
-
TDB, SUKABUMI -- Kantor harian pagi Radar Sukabumi yang berlokasi di Jalan Salabintana, Kecamatan Cikol, Kota Sukabumi, Senin malam (15/10/...
-
TDB, SUKABUMI -- Antisipasi tawuran pelajar dan warga anggota Polres Sukabumi Kota, gencar melakukan razia terhadap toko disinyalir menjual...





